<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=142054563199678706&amp;blogName=inside.out.my.soul&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLACK&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://insideoutmysoul.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http://insideoutmysoul.blogspot.com/&amp;vt=6708043823758919121" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

inside.out.my.soul

a timeless journey and a beautiful tragicomedy

Harta

Saturday, August 20, 2011

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Harta. Ada apa dengan harta?

Dahulu, di zaman tuan punya muda remaja, tuan punya selalu impikan kekayaan berlipat ganda. Betapa hidup ini terlalu disogokkan dengan kepentingan harta. Tanpa harta kita merana dan binasa. Aduh, ceteknya permikiran tuan punya.

Emak tuan punya pulang ke tempat kerja lama untuk menjenguk pesakit - pesakit di sana. Ada seorang teman hidup berusaha tapi jika tiada kurnia harta, mampu tersenyum redha. Emak tuan punya sungguh kagum dengan temannya yang sakit menderita tapi positif terhadap semua benda. Doa yang tajam itu digunakan sebagai senjata. Sebaik pulang ke sana, segalanya sudah bertambah sempurna. Harta itu datang sengaja dan kekayaan tidak diduga bersama jua. Itulah rezeki namanya. Hanya perlu kita percaya yang rezeki itu milik Dia dan kita hanya hamba peminjam segala yang Dia punya.

Emak juga rajin bercerita. Ilmu itu bagaikan pelita. Fardhu kifayah di dalam agama. Ilmu agama itu wajib, menjadi tuntutan setiap insan yang pelupa. Harta itu tidak membawa kemana, jika disimpan atau diguna semena-mena. Letakkan kekayaan sebagai jalan membuat pahala. Ianyakan hanya pinjaman sementara?

Katakanlah " Jika bapak - bapakmu, isteri- isterimu, saudara - saudaramu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah - rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan RasulNya serta berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusanNya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang - orang fasik. (9:24)

Kerana itulah tuan punya sungguh takut dengan dunia. Walau kadangkala, sering saja dibuai dalam angan - angan manusia. Mahukan kereta terhebat, rumah terbesar dan wang terbanyak. Lihat? Betapa tuan punya sudah terlalu terikut dengan omongan suara dunia. Jadi jom, ringan ringankanlah tangan membersih harta, mencari berkat dalam kehidupan. Bagi yang kurang berkemampuan pula, jika harta bukan bidang kita, senyumlah. Pahala itu Allah letakkan dimana saja, hanya menunggu insan mengutip dan menggunakannya.
inside.out Maziah Stapah Salleh, 11:39 PM

0 Comments:

Add a voice